Konfigurasi Laravel
Laravel memiliki persyaratan minimal system. Agar framework Laravel 12.0 bisa berjalan dengan baik, server harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
Ekstensi ini digunakan untuk berbagai fitur Laravel seperti enkripsi, database, string manipulation, request handling, dan lain-lain.
Laravel 12 membutuhkan versi PHP minimal 8.2.0 untuk dapat berjalan dengan baik. Di gambar yang tersedia, terlihat bahwa versi PHP adalah 8.2.12, yang berarti sudah memenuhi syarat minimum Laravel 12.
OpenSSL: Digunakan untuk enkripsi data seperti hashing password dan token. Laravel mengandalkan ekstensi ini untuk fitur keamanan seperti Hash dan Crypt.
PDO: PHP Data Objects (PDO) dibutuhkan untuk koneksi dan operasi database. Laravel Eloquent dan Query Builder bekerja di atas PDO.
Mbstring: Menangani string multibyte, seperti UTF-8. Ini memastikan Laravel dapat bekerja dengan teks internasional secara akurat.
Tokenizer: Digunakan untuk memparsing kode PHP dan dibutuhkan oleh fitur-fitur Laravel seperti Blade dan sistem cache-nya.
XML: Laravel (melalui PHPUnit atau library lain) dapat memproses XML, baik untuk testing atau komunikasi data.
CTYPE: Memungkinkan Laravel memvalidasi jenis karakter (huruf, angka, dsb), khususnya dalam form input.
JSON: Laravel sangat sering menggunakan JSON, terutama untuk API dan konfigurasi. Ekstensi ini memungkinkan pemrosesan data JSON.
BCMath: Ekstensi ini dibutuhkan Laravel saat melakukan operasi matematika presisi tinggi, seperti saat mengenkripsi data.
cURL: Laravel menggunakan ini untuk mengirim HTTP request ke server lain menggunakan HTTP Client (Http::get(), dll).
DOM: Ekstensi ini digunakan untuk parsing dokumen HTML atau XML. Bermanfaat jika menggunakan library seperti DomCrawler.
Fileinfo: Laravel menggunakannya untuk mendeteksi tipe file (MIME type), khususnya saat pengguna mengunggah file.
PCRE: Digunakan untuk pencocokan string menggunakan regular expressions (regex), penting dalam validasi input, routing, dsb.
magic_quotes_gpc: Fitur lama yang menambahkan backslash otomatis ke input. Sudah dihapus di PHP 7 dan harus nonaktif untuk Laravel. Di gambar: kosong (✔ berarti aman).
register_globals: Jika aktif, semua input langsung jadi variabel global. Sangat berbahaya dan harus dinonaktifkan. Status di gambar sudah ✔ (nonaktif).
session.auto_start: Jika aktif, sesi akan dimulai otomatis. Laravel memiliki sistem session sendiri, jadi ini harus off. Di gambar: ✔.
mbstring.func_overload: Jika diaktifkan, fungsi-fungsi string standar akan diganti dengan versi multibyte, yang dapat menyebabkan error. Harus dinonaktifkan dan di gambar sudah ✔.
Berikut adalah langkah langkah untuk menyiapkan lingkungan development proyek Laravel
1. Pertama adalah download XAMPP terlebih dahulu kemudian install sesuai dengan langkah-langkah wizard
Kita dapat mengunduh XAMPP melalui situs resminya di https://www.apachefriends.org . Situs ini menyediakan installer XAMPP untuk berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, dan macOS.
php --version: Perintah ini digunakan di terminal untuk menampilkan informasi versi dari PHP yang terinstall di komputer.
PHP 8.2.12 (cli): Menunjukkan bahwa versi PHP yang digunakan adalah 8.2.12. Ini adalah versi yang kompatibel dan direkomendasikan untuk Laravel 12.
(cli): Menandakan bahwa versi ini adalah untuk Command Line Interface, artinya PHP dijalankan melalui terminal (bukan dari web server seperti Apache).
Built: Oct 24 2023 21:15:15: Menunjukkan kapan versi PHP ini dikompilasi atau dibangun. Informasi ini tidak terlalu penting bagi pengguna biasa, tapi berguna untuk debugging.
ZTS Visual C++ 2019 x64: Menunjukkan bahwa PHP ini dibangun dengan dukungan ZTS (Zend Thread Safety) menggunakan compiler Visual C++ 2019 untuk sistem operasi 64-bit. Ini penting saat memilih ekstensi PHP yang kompatibel.
Zend Engine v4.2.12: Zend Engine adalah mesin inti dari PHP yang menangani eksekusi kode PHP. Versi ini sesuai dengan versi PHP 8.2.x.
2. Selanjutnya Download dan Install Composer yang akan digunakan untuk menambahkan package-package yang dibutuhkan pada saat development.
Kita dapat mengunduh composer melalui https://getcomposer.org .
composer --version: Perintah ini digunakan di terminal untuk menampilkan informasi versi dari Composer yang terinstall di komputer.
Composer version 2.8.9: Menunjukkan bahwa versi Composer yang digunakan adalah 2.8.9. Versi ini adalah versi terbaru saat tangkapan layar diambil, dan mendukung manajemen dependensi PHP yang efisien.
2025-05-13 14:01:37: Tanggal dan waktu saat Composer versi ini dirilis atau diinstal. Berguna untuk mengetahui apakah instalasi cukup terbaru untuk kompatibilitas dengan framework seperti Laravel.
PHP version 8.2.12: Composer menggunakan versi PHP 8.2.12 yang terdapat pada sistem. Ini menunjukkan kompatibilitas Composer dengan versi PHP tersebut.
C:\xampp\php\php.exe: Menunjukkan jalur executable PHP yang digunakan oleh Composer. Dalam hal ini, PHP berasal dari instalasi XAMPP.
diagnose: Composer menyarankan menggunakan perintah composer diagnose untuk mendapatkan output diagnostik yang lebih rinci jika terjadi masalah.
3. Berikutnya Download dan Install GIT
Download dan install GIT pada link berikut https://git-scm.com .
git --version: Perintah ini digunakan untuk menampilkan versi Git yang terinstall pada sistem.
git version 2.45.1.windows.1: Menunjukkan bahwa versi Git yang digunakan adalah 2.45.1, dengan build khusus untuk sistem operasi Windows. Versi ini sudah sangat cukup untuk menjalankan operasi Git seperti cloning, commit, push, dan pull dalam proyek pengembangan perangkat lunak.
4. Setelah itu Download dan Install Node JS dan NPM yang berfungsi untuk menangani masalah frontedn dan build asset UI (Library UI).
Buka situs resmi node js kemudian download dan install sesuai dengan Langkah-langkah wizard melalui link berikut ini https://nodejs.org/ .
node --version: Perintah ini digunakan untuk menampilkan versi Node.js yang terpasang di sistem.
npm --version: Perintah ini digunakan untuk menampilkan versi NPM (Node Package Manager) yang digunakan bersama Node.js.
Node.js v22.15.1: Menunjukkan bahwa versi Node.js yang digunakan adalah 22.15.1. Ini adalah versi yang sangat baru dan mendukung fitur JavaScript modern serta kompatibel dengan berbagai tool frontend seperti Vite, Laravel Mix, dan lainnya.
NPM 10.9.2: Menunjukkan bahwa versi NPM yang digunakan adalah 10.9.2. NPM digunakan untuk mengelola paket JavaScript dan sering digunakan dalam proyek frontend maupun full-stack.
5. Lalu Instalasi dan Penggunaan Laravel menggunakan terminalCmder untuk membuat dan menjalankan aplikasi Laravel.
<
Perintah composer global require laravel/installer digunakan untuk menginstal Laravel Installer secara global melalui Composer, yaitu dependency manager untuk PHP. Dengan Laravel Installer, Anda bisa membuat proyek Laravel dengan lebih ringkas dan cepat hanya menggunakan satu perintah: laravel new nama_project.
Setelah perintah dijalankan, Composer akan menginstal package laravel/installer ke direktori global Composer (biasanya C:/Users/[NamaPengguna]/AppData/Roaming/Composer pada Windows). Pastikan path ~/.composer/vendor/bin atau %USERPROFILE%\AppData\Roaming\Composer\vendor\bin sudah ditambahkan ke variabel lingkungan (environment variable) agar perintah laravel bisa dikenali di terminal manapun.
Ada dua cara umum untuk membuat proyek Laravel:
- Dengan Laravel Installer: menggunakan perintah
laravel new nama_project. - Dengan Composer: menggunakan perintah
composer create-project, seperti yang digunakan di sini.
Perintah composer create-project laravel/laravel="^12" apps --prefer-dist berfungsi untuk:
laravel/laravel="^12": Mengunduh Laravel versi 12.x terbaru.apps: Menyimpan hasil proyek dalam folder bernamaapps.--prefer-dist: Mengunduh distribusi stabil yang telah dikemas, sehingga lebih cepat daripada mengkloning dari repo Git langsung.
Composer akan otomatis menginstal seluruh dependensi Laravel (seperti Symfony, Routing, Eloquent, dll.) ke dalam direktori proyek.
Setelah proses instalasi selesai, buka folder apps yang telah dibuat. Di dalamnya, Anda akan menemukan struktur standar dari aplikasi Laravel, antara lain:
app/: Berisi kode inti aplikasi (controller, model, provider, dll).routes/: Tempat mendefinisikan rute aplikasi, seperti fileweb.phpdanapi.php.public/: Root direktori web tempat file yang bisa diakses publik disimpan, sepertiindex.phpdan file hasil build frontend.resources/: Berisi view (Blade), asset mentah, dan file Vue/React jika digunakan.vendor/: Berisi seluruh dependensi PHP yang diunduh Composer..env: File konfigurasi lingkungan seperti database, app name, app key, dll.
Struktur ini adalah pondasi utama Laravel yang memungkinkan pengembangan aplikasi web secara terstruktur dan efisien.
Masuk ke direktori proyek menggunakan perintah cd apps, kemudian jalankan npm install untuk menginstal dependensi frontend seperti Vite. Setelah itu jalankan npm run build untuk membangun file aset frontend agar bisa digunakan di browser.
Jalankan php artisan serve untuk memulai server Laravel lokal. Secara default, aplikasi akan berjalan di http://127.0.0.1:8000. Perintah ini memungkinkan Anda melihat tampilan awal Laravel di browser.
Beberapa struktur folder penting di Laravel:
routes/web.php: Tempat mendefinisikan rute aplikasi.resources/views: Menyimpan file Blade (.blade.php) untuk tampilan..env: Konfigurasi lingkungan seperti database dan kunci aplikasi.vite.config.js: Konfigurasi untuk bundler frontend (Vite).
Tambahkan kode berikut ke dalam file routes/web.php:
Route::get('/helo', function () {
return "Hello World!!";
});
Dengan menambahkan rute ini, Anda dapat membuka http://127.0.0.1:8000/helo di browser dan melihat teks Hello World!!.
Gambar di atas menunjukkan hasil akhir saat rute /helo dibuka di browser. Ini menandakan Laravel sudah berjalan dengan baik dan siap dikembangkan lebih lanjut.